Langsung ke konten utama

Postingan

Baru Rilis

Inovasi Publik Butuh Kolaborasi, Bukan Sekadar Hemat

Pada 22 Januari 2025, Presiden menerbitkan Inpres Nomor 1 Tahun 2025 yang meminta efisiensi belanja APBN dan APBD sebesar Rp306,69 triliun: Rp256,1 triliun dari kementerian dan lembaga, Rp50,59 triliun dari transfer ke daerah. Langkah seperti ini bukan hal asing di pemerintahan mana pun. Setiap kali anggaran diketatkan, kata "inovasi" biasanya ikut dipanggil, seolah-olah birokrasi cukup disuruh kreatif dan hasilnya akan lebih baik dengan biaya lebih kecil. Anggapan itu menyesatkan. Inovasi sektor publik tidak lahir otomatis dari penghematan, dan tidak identik dengan menghadirkan aplikasi baru. Sesungguhnya, inovasi publik tumbuh dari kerja sama lintas pihak, dalam suasana yang aman untuk mencoba, dan tugas pemerintah adalah merancang kondisi semacam itu, bukan sekadar memerintahkannya. Selama ini ada keyakinan lama, bahwa birokrasi pada dasarnya kaku, sedangkan swasta lincah karena didorong persaingan. Dari situ muncul resep yang sering dipakai pembuat kebijakan: tiru cara bi...
Postingan terbaru

Pengantar Memahami Manajemen Strategis

Di dunia usaha dan organisasi modern, fenomena keberhasilan dan kegagalan suatu entitas senantiasa menjadi pusat perhatian para akademisi dan praktisi manajemen. Mengapa sebagian perusahaan mampu tumbuh secara konsisten dan menguasai pasar selama berdekade-dekade, sementara perusahaan lain dengan sumber daya finansial yang melimpah justru mengalami kemunduran drastis? Jawaban mendasar atas pertanyaan tersebut terletak pada kualitas manajemen strategis yang diterapkan oleh tingkatan pimpinan organisasi (Grant et al., 2024:4). Strategi pada hakikatnya merupakan teori yang dimiliki oleh para pimpinan organisasi tentang bagaimana cara mencapai keberhasilan dan memenangkan persaingan di pasar tertentu (Dyer et al., 2024:2). Teori ini mencakup serangkaian prediksi yang terintegrasi mengenai pasar mana yang menarik untuk dimasuki, nilai unik apa yang harus ditawarkan kepada pelanggan, serta sumber daya apa yang wajib dikembangkan agar keunggulan yang diperoleh tidak mudah ditiru oleh para pes...

Masa Depan Bumi: Reviu 'Sustainability and Sustainable Development'

Sambil menyeruput kopi hitam hangat di sudut warung kopi, saya kadang kala memperhatikan obrolan orang-orang. Ada yang mengeluh tentang cuaca yang belakangan terasa semakin gerah, harga barang kebutuhan yang naik, hingga urusan tumpukan sampah plastik yang menyumbat selokan di pertigaan jalan. Semua keluhan itu bermuara pada satu istilah keren yang sekarang dipajang di mana-mana: keberlanjutan atau sustainability . Kata ini menghiasi kemasan air mineral, perumahan mewah, hingga pidato para pejabat. Namun, apakah kita benar-benar paham maknanya, atau ini hanya jimat pemasaran? Jawaban itu bisa kita temukan pada buku yang berjudul Sustainability and Sustainable Development: An Introduction karya Lisa Benton-Short. Mari kita luruskan dulu kesalahpahaman klasik. Apakah sustainability (keberlanjutan) dan sustainable development (pembangunan berkelanjutan) itu sama? Benton-Short menjelaskan keduanya memiliki akar sejarah berbeda. Istilah sustainability lahir pada dekade 1960-an, didorong...