Membuka Gerbang Labirin Sebagai seorang pembaca yang sering kali mengabaikan detik demi detik yang berlalu di jam dinding, membuka lembaran pertama buku Adrian Bardon yang berjudul A Brief History of the Philosophy of Time (Edisi Kedua) rasanya seperti melangkah langsung ke dalam sebuah labirin tanpa ujung. Saya langsung dihadapkan pada kenyataan betapa naifnya cara saya menjalani hidup selama ini. Di kehidupan sehari-hari, saya begitu santai menggunakan kata 'kemarin', 'sekarang', atau 'besok' tanpa pernah benar-benar memikirkan maknanya. Bardon meruntuhkan kenyamanan kognitif itu sejak bab pengantar. Dia menantang saya untuk mendefinisikan apa yang sebenarnya diukur oleh jam dinding saya. Jawabannya, secara intuitif, adalah durasi. Namun, durasi itu sendiri adalah konsep temporal. Jadi, ketika saya berpikir saya mengukur waktu dengan jam, saya sebenarnya sedang mendefinisikan waktu menggunakan waktu itu sendiri. Sebuah lingkaran setan berpikir yang membuat sa...
Berbagi ringkasan dan esai sederhana yang bersumber dari buku-buku sosial politik yang menarik untuk dibaca oleh mahasiswa, dosen maupun praktisi pemerintahan.