Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2026

Menilai Inovasi Publik (Review Buku)

  Buku berjudul " Valuing Public Innovation: Contributions to Theory and Practice " (2022) merupakan karya kolaboratif empat akademisi terkemuka dibidang administrasi dan manajemen publik: Rolf Rønning (Inland Norway University of Applied Sciences, Norwegia), Jean Hartley (The Open University, Inggris), Lars Fuglsang (Roskilde University, Denmark), dan Karin Geuijen (Utrecht University, Belanda).  Sektor publik dihadapkan pada tantangan-tantangan besar yang bersifat lintas sektor. Krisis iklim global, penuaan populasi di negara-negara maju, gelombang migrasi, digitalisasi masif, serta tuntutan efisiensi anggaran pasca-krisis keuangan dan pandemi merupakan beberapa contoh tekanan eksternal yang memaksa organisasi publik untuk terus berubah. Dalam konteks itu, jargon "inovasi" sering kali dikampanyekan secara berlebihan oleh para politisi dan konsultan sebagai solusi universal bagi segala masalah.  Penulis menentang keras apa yang mereka sebut sebagai bias pro-inovasi...

Marketing Politik dan Demokrasi

Marketing politik merupakan salah satu bentuk dinamika paling krusial dan sekaligus kontroversial di era politik modern. Selama beberapa dekade terakhir, logika pemasaran yang awalnya berkembang pesat dalam dunia komersial telah merambah dan diadopsi secara luas ke dalam ranah politik (Moufahim, 2022, hlm. 1). Marketing politik tidak lagi dipandang sekadar teknik periklanan atau kampanye elektoral musiman, melainkan sebagai sebuah paradigma komprehensif yang memengaruhi bagaimana kebijakan dirancang, keputusan kepemimpinan diambil, serta bagaimana hubungan jangka panjang antara elit politik dan publik dikonstruksikan (Lees-Marshment, 2019, hlm. 1).  Marketing politik berdiri pada titik temu berbagai disiplin ilmu sosial, termasuk psikologi sosial, komunikasi, dan ilmu politik, yang berupaya menjelaskan, memprediksi, dan mengelola perilaku politik individu serta organisasi (Cwalina, Falkowski, & Newman, 2011, hlm. 3). Meskipun demikian, transferensi konsep pemasaran komersial ke...

Retorika (Aristoteles)

Retorika karya Aristoteles merupakan salah satu risalah paling berpengaruh dalam sejarah peradaban Barat yang meletakkan dasar ilmiah bagi seni persuasi. Aristoteles mendefinisikan retorika bukan sekadar sebagai seni berbicara indah atau manipulasi verbal yang hampa, melainkan sebagai kemampuan teoretis untuk menemukan alat-alat persuasi yang tersedia dalam setiap situasi tertentu. Sebelum Aristoteles, para penyusun panduan pidato awal (kaum sophis) cenderung membatasi pengajaran mereka pada teknik-teknik manipulasi emosi di pengadilan tanpa memedulikan argumen logis. Aristoteles merevolusi bidang ini dengan mengintegrasikan retorika ke dalam ranah filsafat analitis, menyatakannya sebagai antistrofos—atau mitra padanan—dari dialektika. Sebagai mitra dari dialektika, retorika berbagi karakteristik universal karena keduanya tidak terbatas pada satu bidang ilmu khusus, melainkan berlaku untuk semua subjek pengetahuan manusia. Namun, jika dialektika mencari kebenaran mutlak melalui silogis...

Kegagalan Birokrasi dalam Menghadapi Bencana Alam (Review Buku)

Di era perubahan iklim global, bencana alam seperti kebakaran hutan dan banjir bandang telah beralih dari sekadar fenomena alam periodik menjadi krisis politik dan administratif yang intens. Buku "Natural Hazards and Public Management: Governing Climate Adaptation" (2026), yang diedit oleh Wolfgang Seibel, Andrew Butt, Michael Buxton, dan Jana Blahak, merupakan hasil kolaborasi penelitian terkemuka antara para peneliti Eropa, Afrika Selatan, dan Australia yang berada di bawah naungan proyek jangka panjang bernama " Black Swans in Public Administration: Rare Organizational Failure with Severe Consequences " yang didanai oleh German Research Association (DFG). Fokus utama buku ini pada kasus-kasus nyata mengenai kegagalan kebijakan publik yang tidak terbantahkan di lima negara terkemuka: Argentina, Australia, Yunani, Afrika Selatan, dan Amerika Serikat. Kasus-kasus itu sengaja dipilih karena menantang asumsi stereotip tentang paparan risiko dan kerentanan terhadap dam...